Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi di RT 43 Kandang Mas: Solusi Berbasis Lingkungan dan Ekonomi

Authors

  • Ajat Manjato Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu
  • Mutiara Widya Utami Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu
  • Dika Zakiyah Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu
  • Wahyuni Shofinna Nur Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu
  • Lola Dwi Kartika Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Bengkulu

DOI:

https://doi.org/10.59395/ahsana.v4i2.428

Keywords:

Minyak Jelantah, Lilin Aromaterapi, Lingkungan, Ekonomi, Pengelolaan Limbah

Abstract

Limbah minyak jelantah merupakan salah satu permasalahan lingkungan yang signifikan akibat pembuangan yang tidak tepat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk menguraikan proses pengolahan limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai tambah, yaitu lilin aromaterapi, serta menganalisis potensi ekonomi dan dampaknya terhadap lingkungan. Program ini dilaksanakan melalui Kuliah Kerja Nyata (KKN) di RT 43 RW 10 Desa Kandang Mas, Kota Bengkulu, menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan meliputi sosialisasi yang terdiri dari pemaparan materi, demonstrasi, dan praktik langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengolahan yang sederhana dan mudah diaplikasikan berhasil menghasilkan lilin aromaterapi dengan kualitas yang baik, fungsional, dan memiliki nilai jual. Inisiatif ini tidak hanya efektif dalam mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui produk UMKM. Tingkat partisipasi dan antusiasme masyarakat yang tinggi membuktikan bahwa program ini merupakan model yang efektif untuk pemberdayaan komunitas dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Effendy, C., Margaret, S. E. P. M., & Probandari, A. (2022). The Utility of Participatory Action Research in the Nursing Field: A Scoping Review. Creative Nursing, 28(1), 54–60. https://doi.org/10.1891/CN-2021-0021.

Fazely, A. S., & Sakandry, M. N. (2022). Impact of urbanization on standard of living of farmers in Gozarah district of Herat province of Afghanistan. Gujarat Journal of Extension Education, 34(2), 159–166. https://doi.org/10.56572/gjoee.2022.34.2.0034.

Fauziah, A., & Mahmudah, S. (2022). Pemberdayaan Masyarakat Dalam Pengolahan Limbah Minyak Goreng Menjadi Produk Ekonomi Kreatif. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(1), 123–129.

Gustya, C.A., et al (2024). Program Pemberdayaan Masyarakat: Pemanfaatan Limbah Rumah Tangga (Minyak Jelantah) sebagai Bahan Baku Lilin Aromaterapi di Desa Dukuh Dempok, Wuluhan, Jember. Jurnal Pengabdian Indonesia, 1(4), 1-11.

Handayani, S. (2018). Analisis Potensi Limbah Minyak Jelantah Rumah Tangga Sebagai Bahan Baku Produk Alternatif. Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, 9(1), 44–51.

Hasanah, U., & Putri, M. R. (2023). Edukasi Lingkungan Melalui Pemanfaatan Limbah Minyak Goreng Menjadi Lilin Aroma Terapi. Jurnal Abdimas Inspiratif, 4(2), 89–97.

Isnaini, N., & Arum, M. (2020). Inovasi Produk Lilin Aromaterapi Dari Minyak Jelantah Dan Pewangi Alami. Jurnal Inovasi dan Kewirausahaan, 9(3), 201–208.

Lárez, N. A., Sharkey, J. D., Frattaroli, S., Avila, E., & Medina, A. (2023). Implementing youth participatory action research at a continuation high school. Health Services Research, 58(S2), 198–206. https://doi.org/10.1111/1475-6773.14190.

Nuraini, A., & Kurniawati, E. (2019). Pembuatan Lilin Dari Limbah Minyak Jelantah Sebagai Alternatif Usaha Mikro. Jurnal Sains dan Teknologi Lingkungan, 10(2), 150–156.

Putra, R.B.A., et al (2024). Pemanfaatan Limbah Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Sebagai Solusi Kreatif Serta Ramah Lingkungan. Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat, 2(4), 290-298. https://doi.org/10.31331/manggali.v4i2.3406.

Prabandari, A.S., et al (2024). Penyuluhan Bahaya Penggunaan Minyak Goreng Bekas Pakai Terhadap Kesehatan Pada Ibu-Ibu Pkk Di Kelurahan Purbayan Kecamatan Baki Sukoharjo. Jurnal Pengabdian Masyarakat. 4(1), 181 – 188.

Puspita, L. F., & Rahmawati, S. (2021). Pelatihan Daur Ulang Limbah Minyak Goreng Menjadi Produk Bernilai Ekonomi. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Cendekia, 2(1), 22–28.

Sari, M., & Yuliana, T. (2023). Pengaruh Penambahan Minyak Esensial Terhadap Kualitas Lilin Dari Minyak Jelantah. Jurnal Ilmu Kimia Terapan, 5(1), 55–62.

Downloads

Published

2026-06-16

How to Cite

Manjato, A., Utami, M. W. ., Zakiyah, D., Nur, W. S., & Kartika, L. D. (2026). Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi di RT 43 Kandang Mas: Solusi Berbasis Lingkungan dan Ekonomi. Ahsana: Jurnal Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(2), 75-83. https://doi.org/10.59395/ahsana.v4i2.428

Similar Articles

31-34 of 34

You may also start an advanced similarity search for this article.